Khadim Wisata | Bagi jamaah umroh asal Bogor, perjalanan ke Tanah Suci tentu bukan sekadar berpindah tempat dari Bogor menuju Makkah dan Madinah. Ada pengalaman baru yang akan ditemui sepanjang perjalanan, mulai dari suasana Masjidil Haram, budaya masyarakat Arab Saudi, hingga kuliner khas yang mungkin belum pernah ditemui di Indonesia.
Setelah menjalankan ibadah dan memiliki waktu istirahat, menikmati kuliner khas Makkah bisa menjadi salah satu cara untuk mengenal lebih dekat budaya masyarakat setempat. Cita rasanya pun cukup beragam. Ada nasi berbumbu rempah dengan daging kambing, ayam panggang, roti tradisional, makanan ringan, hingga dessert manis seperti kunafa.
Bagi jamaah dari Bogor yang terbiasa dengan makanan bercita rasa gurih, pedas, dan kaya bumbu, kuliner Arab mungkin terasa berbeda. Nasi Arab umumnya menggunakan beras basmati dengan aroma rempah yang kuat, sedangkan makanan seperti shawarma, falafel, dan mutabbaq menawarkan pilihan praktis ketika jamaah tidak ingin makan terlalu berat.
Namun, kulineran saat umroh tetap perlu disesuaikan dengan kondisi fisik dan jadwal ibadah. Jangan sampai terlalu sibuk mencari makanan justru membuat tubuh kelelahan. Pilih makanan yang higienis, cukup minum, dan utamakan kebutuhan energi untuk beribadah.
Berikut beberapa kuliner yang layak masuk daftar coba jamaah umroh asal Bogor selama berada di Makkah.
Daftar Kuliner Makkah untuk Jamaah Umroh
| No. | Kuliner | Jenis | Ciri Khas | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kabsa | Makanan utama | Nasi basmati berbumbu dengan ayam/kambing | Makan siang/malam |
| 2 | Nasi Mandhi | Makanan utama | Nasi aromatik dengan ayam atau kambing | Makan bersama |
| 3 | Haneeth | Makanan utama | Daging dimasak perlahan hingga sangat empuk | Makan berat |
| 4 | Saleeg | Makanan utama | Nasi lembut dengan kaldu dan daging | Sarapan/sahur |
| 5 | Shawarma | Street food | Daging panggang dalam roti dengan saus | Makan cepat |
| 6 | Mutabbaq | Camilan | Pastry isi gurih atau manis | Camilan |
| 7 | Tamis + Foul | Sarapan | Roti Arab dengan kacang fava | Sarapan |
| 8 | Falafel Sandwich | Street food | Falafel, sayuran, dan tahini dalam roti | Camilan/makan ringan |
| 9 | Ayam Al Baik | Fast food | Ayam goreng dengan saus khas | Makan praktis |
| 10 | Kunafa | Dessert | Pastry keju/krim dengan rasa manis | Dessert |
| 11 | Teh Karak | Minuman | Teh susu berbumbu dan manis | Minuman hangat |
| 12 | Jus Segar & Laban | Minuman | Jus buah atau yoghurt cair | Pelepas dahaga |
1. Kabsa, Nasi Arab yang Ikonik
Kalau baru pertama kali mencicipi makanan Arab, Kabsa bisa menjadi pilihan awal. Hidangan ini berupa nasi yang dimasak dengan campuran rempah khas dan biasanya disajikan bersama ayam atau daging kambing.
Aromanya cukup kuat, tetapi rasanya tidak selalu pedas seperti nasi berbumbu di Indonesia. Beberapa sajian kabsa juga dilengkapi kacang almond dan kismis sehingga memberikan perpaduan rasa gurih dan sedikit manis.
Untuk jamaah yang datang bersama keluarga atau rombongan dari Bogor, kabsa juga menarik karena biasanya disajikan dalam porsi cukup besar sehingga dapat dinikmati bersama.
Salah satu nama restoran yang sering dikaitkan dengan hidangan nasi Arab adalah Al Romansiah.
2. Nasi Mandhi, Cocok bagi Pecinta Daging
Selain kabsa, nasi mandhi juga layak dicoba. Hidangan ini sebenarnya memiliki akar kuliner dari Yaman, tetapi sudah sangat populer di kawasan Arab Saudi.
Nasi basmati dimasak dengan rempah sehingga menghasilkan aroma khas. Biasanya nasi disajikan bersama ayam atau kambing yang teksturnya lembut.
Bagi jamaah Bogor yang ingin mencoba makanan Arab dengan cita rasa yang relatif mudah diterima lidah Indonesia, mandhi dapat menjadi salah satu pilihan.
Restoran seperti Al Tazaj dan Al Romansiah dikenal menyediakan berbagai hidangan khas Arab.
3. Haneeth, Daging yang Lembut
Haneeth cocok bagi jamaah yang ingin menikmati olahan daging khas Arab. Daging kambing atau sapi dimasak secara perlahan hingga teksturnya sangat lembut.
Biasanya haneeth disajikan bersama nasi dan pelengkap berupa saus. Cara memasaknya yang membutuhkan waktu membuat tekstur daging menjadi berbeda dibandingkan olahan daging yang biasa ditemukan di Indonesia.
Hidangan ini lebih cocok dinikmati ketika jamaah mempunyai waktu makan yang cukup dan tidak sedang terburu-buru menuju jadwal ibadah.
4. Saleeg, Nasi Lembut yang Cocok untuk Sarapan
Tidak semua makanan Arab harus kaya rempah. Saleeg justru memiliki tekstur yang lembut karena nasi dimasak bersama kaldu hingga menyerupai bubur atau nasi yang sangat lunak.
Hidangan ini biasanya disajikan dengan ayam atau daging. Karena teksturnya lembut, saleeg bisa menjadi alternatif bagi jamaah yang ingin sarapan dengan makanan yang tidak terlalu berat.
5. Shawarma, Street Food yang Praktis
Kalau sedang ingin makan cepat, shawarma adalah pilihan yang sangat populer.
Daging ayam atau sapi dipanggang pada alat pemanggang vertikal, kemudian diiris tipis dan dimasukkan ke dalam roti bersama sayuran, acar, kentang goreng, dan saus bawang putih.
Harganya biasanya lebih terjangkau dibandingkan makanan restoran dengan porsi besar. Karena praktis, shawarma cocok dinikmati ketika jamaah memiliki waktu terbatas.
6. Mutabbaq, Martabak Versi Arab
Buat jamaah Bogor yang penasaran dengan makanan yang terasa familiar, cobalah mutabbaq.
Sekilas makanan ini mengingatkan pada martabak telur. Bagian luarnya berupa pastry atau kulit tipis dengan isian yang dapat berupa daging cincang, sayuran, maupun bahan manis.
Mutabbaq bisa menjadi pilihan camilan ketika jamaah membutuhkan makanan ringan di sela aktivitas.
7. Roti Tamis dan Foul
Tamis merupakan salah satu roti tradisional yang populer di Arab Saudi. Teksturnya cukup lembut dan biasanya disantap bersama foul, yaitu kacang fava yang dimasak dan dibumbui.
Kombinasi ini sederhana tetapi cukup mengenyangkan. Karena itu, tamis dan foul bisa menjadi pilihan untuk sarapan sebelum memulai aktivitas.
8. Falafel Sandwich
Bagi jamaah yang ingin mengurangi konsumsi daging, falafel sandwich bisa menjadi pilihan.
Falafel dibuat dari kacang-kacangan yang dibumbui kemudian digoreng. Biasanya disajikan dalam roti pita bersama sayuran segar dan saus tahini.
Rasanya gurih dan cukup praktis untuk disantap.
9. Al Baik, Fast Food yang Populer
Salah satu nama yang hampir selalu muncul ketika membahas makanan cepat saji di Arab Saudi adalah Al Baik.
Menu ayam gorengnya dikenal luas, termasuk di kalangan jamaah Indonesia. Selain ayam, tersedia pula menu lain seperti nugget dan makanan pendamping.
Bagi jamaah asal Bogor yang sesekali ingin makan sesuatu yang lebih familiar, restoran cepat saji seperti ini bisa menjadi alternatif.
10. Kunafa untuk Menutup Santapa
Setelah mencoba makanan utama, jangan lupa mencicipi kunafa.
Kunafa merupakan dessert khas Timur Tengah dengan tekstur renyah pada bagian tertentu dan lembut pada bagian lainnya. Rasanya cenderung manis dengan perpaduan keju atau krim dan sirup.
Bagi jamaah yang menyukai makanan manis, kunafa bisa menjadi salah satu kuliner yang menarik untuk dicoba.
11. Teh Karak atau Teh Adani
Teh karak merupakan minuman berbahan dasar teh dan susu dengan tambahan rempah. Rasanya cenderung manis dan aromatik.
Minuman seperti ini sering menjadi pilihan setelah makan atau ketika ingin menikmati minuman hangat. Namun, jamaah tetap perlu memperhatikan konsumsi gula dan kafein, terutama jika harus segera beristirahat.
12. Jus Segar dan Laban
Cuaca di Makkah dapat terasa sangat berbeda bagi jamaah yang terbiasa dengan udara Bogor. Karena itu, kebutuhan cairan perlu menjadi perhatian.
Jus buah segar seperti jeruk, mangga, atau delima bisa menjadi pilihan. Laban, yaitu minuman yoghurt, juga cukup populer di Arab Saudi.
Meski demikian, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh.
Tips Kulineran di Makkah untuk Jamaah Asal Bogor
Kulineran saat umroh tentu berbeda dengan wisata kuliner biasa. Fokus utama jamaah tetap ibadah, sehingga kegiatan makan sebaiknya tidak membuat tubuh terlalu lelah.
1. Jangan hanya mengejar makanan yang viral
Restoran atau makanan yang ramai belum tentu selalu sesuai dengan kondisi tubuh jamaah. Pertimbangkan kebersihan, kesegaran makanan, porsi, serta waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan makanan.
2. Sesuaikan makanan dengan aktivitas ibadah
Jika setelah makan masih harus berjalan cukup jauh atau menjalankan aktivitas ibadah, pilih makanan yang tidak terlalu berat.
Untuk waktu istirahat panjang, jamaah bisa memilih nasi Arab dan lauk. Sementara untuk waktu terbatas, shawarma atau sandwich dapat menjadi alternatif.
3. Perhatikan kebersihan makanan
Pilih tempat makan yang terlihat bersih dan memiliki perputaran makanan yang baik. Jika makanan terlihat sudah terlalu lama berada di tempat terbuka, lebih baik mencari alternatif lain.
4. Jangan lupa minum
Perubahan cuaca dari Bogor ke Makkah membuat tubuh perlu beradaptasi. Jangan menunggu haus untuk minum.
5. Jangan berlebihan makan daging
Nasi mandhi, kabsa, haneeth, dan berbagai olahan daging memang menggoda. Tetapi jamaah tetap perlu menjaga keseimbangan makanan dengan buah, sayuran, dan cukup cairan.
6. Siapkan pilihan makanan Indonesia
Kalau lidah mulai kangen makanan rumahan, tidak perlu memaksakan diri terus menikmati makanan Arab. Di Makkah terdapat pilihan makanan Indonesia yang dapat membantu jamaah mendapatkan makanan yang lebih familiar.
7. Perhatikan waktu makan
Restoran populer dapat ramai pada waktu tertentu, khususnya menjelang atau setelah waktu shalat. Jika memungkinkan, pilih waktu yang lebih longgar agar tidak terburu-buru.
Keenakan Kulineran, Jangan Sampai Lupa Ibadah
Bagi jamaah umroh asal Bogor, mencoba kuliner Makkah bisa menjadi bagian kecil dari pengalaman perjalanan ke Tanah Suci. Kabsa, mandhi, haneeth, shawarma, mutabbaq, tamis, falafel hingga kunafa menawarkan gambaran tentang kekayaan kuliner Arab Saudi.
Namun, yang paling penting adalah menjaga keseimbangan. Jangan sampai berburu kuliner membuat tubuh kelelahan atau mengganggu jadwal ibadah.
Jadikan kuliner sebagai pelengkap perjalanan. Setelah ibadah tertunaikan dengan baik, menikmati seporsi nasi Arab atau secangkir teh karak bersama teman seperjalanan tentu bisa menjadi pengalaman sederhana yang akan selalu dikenang setelah kembali ke Bogor.[]