Khadim Wisata | Jakarta–Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengatakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait komposisi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) dan nilai manfaat sebesar 52:48 dalam pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2027 agar tidak memberatkan jemaah.
Hal tersebut disampaikan Gus Irfan serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak usai diterima Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).
“Kami, saya dan Pak Wamen baru saja diterima oleh Presiden. Ada beberapa hal yang kami sampaikan,” kata Gus Irfan.
Dia menjelaskan salah satu hal yang dilaporkan kepada Prabowo adalah hasil penghitungan BPIH yang sebelumnya dibahas bersama Komisi VIII DPR.
“Pertama, kami menyampaikan hasil hitung-hitungan kami dengan Komisi VIII DPR tentang BPIH,” ujarnya.
Gus Irfan menyebut penghitungan BPIH turut mempertimbangkan perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Menurutnya, situasi tersebut berdampak terhadap kondisi ekonomi dan sejumlah komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji.
“Seperti kita tahu semua, ada banyak perubahan terkait dengan situasi geopolitik di Timur Tengah yang salah satunya berakibat, berefek ke ekonomi,” jelasnya.
Gus Irfan mengaku terdapat sejumlah komponen biaya haji yang perlu mengalami perubahan. Namun, Prabowo mengingatkan agar perubahan tersebut tidak menambah beban jemaah secara signifikan.
“Memang ada beberapa angka-angka yang harus berubah, tapi pada prinsipnya, Presiden mengatakan jangan sampai memberatkan kepada jemaah,” jelasnya.
Atas arahan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah kemudian mencari sejumlah formulasi agar perubahan komponen biaya haji tidak terlalu membebani jemaah.
“Karena itu kami juga mencari formulasi-formulasi bagaimana kita bisa walaupun angkanya berbeda, tapi jemaah tidak terlalu mendapatkan beban yang cukup besar,” ungkapnya.
Salah satu formulasi yang dibahas adalah mengubah kembali komposisi pembiayaan antara Bipih yang dibayarkan jemaah dan nilai manfaat dana haji.
Gus Irfan mengatakan Prabowo kemudian menyarankan komposisi Bipih dan nilai manfaat berada di kisaran 52:48.
“Presiden menyarankan sekitar 52 banding 48, sehingga dengan angka itu tidak terlalu memberatkan kepada jemaah,” pungkasnya.[]