Khadim Wisata | Dalam Islam, rezeki bukan hanya tentang banyak atau sedikitnya harta, tetapi juga mencakup kesehatan, keluarga yang harmonis, ketenangan hati, ilmu yang bermanfaat, hingga keberkahan waktu. Allah SWT telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya, sebagaimana firman-Nya:
“Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya…”
(QS. Hud: 6)
Namun demikian, para ulama menjelaskan bahwa kemaksiatan dapat menjadi sebab hilangnya keberkahan rezeki, bahkan menjadi penghalang datangnya berbagai kebaikan.
Rasulullah ï·º bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba benar-benar terhalang dari rezeki karena dosa yang diperbuatnya.”
(HR. Ahmad no. 22386, Ibnu Majah no. 4022. Hadis ini dinilai hasan oleh sebagian ulama, di antaranya Syaikh Al-Albani.)
Artinya, bukan berarti setiap orang yang mengalami kesulitan ekonomi pasti karena dosa. Allah juga menguji hamba-Nya dengan berbagai ujian. Akan tetapi, dosa dapat menjadi salah satu penyebab hilangnya keberkahan dan kemudahan dalam memperoleh rezeki.
Berikut beberapa perbuatan yang perlu diwaspadai.
1. Terbiasa Berbohong
Kejujuran adalah pintu keberkahan. Sebaliknya, kebohongan akan menghilangkan kepercayaan dan mendatangkan dosa.
Rasulullah ï·º bersabda:
“Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Sedangkan dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa ke neraka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Orang yang gemar berbohong mungkin memperoleh keuntungan sesaat, tetapi keberkahan dalam hidupnya akan berkurang.
2. Mengikuti Hawa Nafsu dalam Perkara yang Diharamkan
Islam tidak melarang manusia memiliki keinginan. Yang dilarang adalah mengikuti hawa nafsu hingga melanggar batas syariat.
Allah SWT berfirman:
“….Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”
(QS. Shad: 26)
Mengutamakan hawa nafsu sering kali membuat seseorang menghalalkan segala cara demi memperoleh kesenangan atau harta.
3. Sengaja Meninggalkan Shalat, Termasuk Shalat Subuh
Shalat adalah kewajiban utama seorang muslim. Meninggalkannya tanpa uzur merupakan dosa besar.
Allah SWT berfirman:
“Maka datanglah setelah mereka generasi yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”
(QS. Maryam: 59)
Shalat Subuh secara khusus sering menjadi ujian. Padahal memulai hari dengan mengingat Allah merupakan salah satu sebab turunnya keberkahan.
4. Durhaka kepada Orang Tua
Ridha Allah bergantung pada ridha kedua orang tua.
Rasulullah ï·º bersabda:
“Ridha Allah bergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah bergantung pada murka orang tua.”
(HR. Tirmidzi)
Bersikap kasar, membentak, atau menyakiti hati orang tua dapat menjadi sebab hilangnya keberkahan hidup.
5. Gemar Ghibah (Menggunjing)
Ghibah adalah membicarakan keburukan saudara sesama muslim yang benar adanya namun tidak disukainya.
Allah mengibaratkan ghibah dengan perumpamaan yang sangat keras.
“Janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?”
(QS. Al-Hujurat: 12)
Selain merusak hubungan antarmanusia, ghibah juga mengurangi pahala amal kebaikan.
6. Melihat Hal-Hal yang Diharamkan
Islam memerintahkan laki-laki maupun perempuan untuk menjaga pandangan.
Allah SWT berfirman:
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya.”
(QS. An-Nur: 30)
Kemudian Allah juga memerintahkan hal yang sama kepada perempuan dalam QS. An-Nur ayat 31.
Menjaga pandangan merupakan bentuk menjaga hati dari berbagai godaan maksiat.
7. Sengaja Tidak Berpuasa Ramadhan Tanpa Alasan Syar’i
Puasa Ramadhan adalah rukun Islam.
Rasulullah ï·º bersabda:
“Barang siapa berbuka satu hari pada bulan Ramadhan tanpa adanya rukhsah (keringanan) dan bukan karena sakit, maka tidak dapat diganti walaupun ia berpuasa sepanjang tahun.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi; diperselisihkan derajatnya, namun maknanya dijadikan peringatan oleh banyak ulama.)
Meninggalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan adalah dosa besar.
8. Meremehkan Ibadah Shalat
Bukan hanya meninggalkan shalat, meremehkan pelaksanaannya juga sangat berbahaya. Misalnya menunda tanpa alasan, tidak khusyuk karena sengaja lalai, atau menganggapnya tidak penting.
Allah SWT berfirman:
“Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu mereka yang lalai terhadap shalatnya.”
(QS. Al-Ma’un: 4-5)
Shalat seharusnya menjadi prioritas utama dalam kehidupan seorang muslim.
9. Memutus Tali Silaturahmi
Menjaga hubungan kekeluargaan justru menjadi salah satu sebab dilapangkannya rezeki.
Rasulullah ï·º bersabda:
“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Sebaliknya, memutus silaturahmi dapat menghilangkan banyak keberkahan dalam hidup.
10. Mudah Marah dan Tidak Mampu Mengendalikan Emosi
Marah adalah sifat manusia. Namun Islam mengajarkan agar emosi dikendalikan.
Rasulullah ï·º bersabda:
“Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang mampu menahan dirinya ketika marah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Orang yang mudah marah sering kehilangan kesempatan, merusak hubungan, bahkan mengambil keputusan yang keliru.
Apakah Setiap Kesulitan Rezeki Berarti Akibat Dosa?
Jawabannya tidak selalu.
Ada orang saleh yang hidup sederhana karena sedang diuji Allah. Ada pula orang yang bergelimang harta tetapi justru sedang diberi istidraj (kenikmatan yang menjerumuskan).
Karena itu, ketika rezeki terasa sempit, seorang muslim dianjurkan untuk melakukan muhasabah, memperbaiki ibadah, memperbanyak istighfar, dan tetap berikhtiar.
Allah SWT berfirman:
“Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
(QS. At-Talaq: 2-3)
Selain itu, Allah juga menjanjikan ampunan dan kelapangan melalui istighfar.
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu…”
(QS. Nuh: 10-12)
Bukan Jumlah, Tapi Keberkahan
Rezeki adalah karunia Allah yang diberikan dengan penuh hikmah. Yang perlu dikejar bukan hanya jumlahnya, tetapi juga keberkahannya. Menjauhi dosa, memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia, serta memperbanyak amal saleh merupakan ikhtiar yang diajarkan dalam Islam untuk meraih kehidupan yang lebih berkah.
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)
Semoga Allah SWT senantiasa melapangkan rezeki kita, memberikan keberkahan dalam setiap nikmat yang dianugerahkan, serta membimbing kita untuk selalu istiqamah dalam ketaatan. Aamiin.[]