KHADIM | Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, dirinya baru saja menyelesaikan membaca buku Indonesia Mengajar yang ditulis di Angkatan Pertama.
Ia mengatakan, 15 tahun yang lalu, di bulan November, Pengajar Muda Angkatan Pertama diberangkatkan. Saat itu, kata dia, pihaknya membawa keyakinan yang sederhana bahwa pendidikan adalah cara mulia, cara tepat, dan cara efektif untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Dan dari kisah para pengajar muda lintas angkatan itu, Anies belajar tentang ketulusan guru-guru di pelosok Tanah Air. Para tokoh-tokoh daerah, lokal, desa, dan juga tentang anak-anak yang berjuang luar biasa dari sisi jarak mereka sering jauh, dari sisi tantangan sering tinggi, semata-mata hanya untuk belajar.
“Dan pengabdiannya para pengajar muda ini mengingatkan kita bahwa berbuat baik tak selalu harus besar, yang penting dilakukan dengan hati, sepenuh hati, dan dikerjakan sesegera mungkin,” katanya dikutip KBA News, Senin, 1 Desember 2025 yang lalu.

Hari ini, kata Anies, sudah 15 tahun setelah Angkatan Pertama diberangkatkan, organisasi ini memasuki fase baru. “Saya ingin mengajak kepada semua, mari kita menyala terangkan semangat itu,” katanya.
Kini, Indonesia Mengajar melakukan kolaborasi dengan travel haji dan umroh yakni Khadim Wisata, sebuah usaha yang digagas oleh salah satu penerus perjalanan Indonesia Mengajar.
“Karena itu saya terpanggil dan merasa ini bukan sekadar perjalanan umroh. Ini adalah bentuk baru pengabdian, ibadah yang tujuan adalah mendekatkan diri kepada Allah bersamaan dengan sedekah yang untuk membantu memajukan pendidikan di Indonesia lewat gerakan Indonesia Mengajar,” jelasnya.
Melalui program umroh dan sedekah untuk pendidikan, kata Anies, kita diajak untuk melangkah bukan saja menuju Tanah Suci, tapi melangkah menuju masa depan Indonesia, masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik.
Sedekah ini berdiri sendiri di luar kegiatan umroh, dan ini akan disalurkan langsung melalui Indonesia Mengajar. Dengan begitu, lanjut dia, perjalanan umroh ini menjadi perjalanan yang lebih lengkap.
“Karena manfaatnya bukan hanya untuk pribadi yang berangkat umroh, dimana individunya merasakan kesalehan yang lebih tinggi, ketakwaan yang lebih tinggi, ketaatan yang lebih tinggi setelah umroh,” katanya.
“Tapi juga kebermanfaatan di tanah air kepada anak-anak Indonesia. Saya percaya bahwa setiap langkah di Tanah Suci akan terasa lebih bermakna jika setiap langkah itu memberikan manfaat dan harapan di Tanah Air,” tambahnya.
“Mari kita ibadah bersama, mari merenungkan nilai keperjuangan Rasulullah, nilai kemimpinan Rasulullah. Seluruh perjalanan itu sebagai pengalaman yang diambil hikmahnya, sambil juga pada saat yang sama pulang membawa semangat untuk terus lebih baik. Agar insyaAllah cahaya dari Tanah Suci juga menyala di Tanah Air di Indonesia,” ujarnya.[]